Tujuh (7) Hal yang Bisa Dilakukan untuk Mengantisipasi Cobaan Ketika Viral & Terkenal

Yakin masih ingin terkenal setelah ada kasus Oki Setiana Dewi (OSD) yang mendapatkan petisi dan ramai dibicarakan? Muslimah yang kini menjadi selebriti ini memang tengah mendapatkan ujian yang berkaitan dengan kehidupan pribadi, utamanya dalam hal pilihan berbusana dan karirnya. Baca ulasan lengkap dan netral tentang OSD disini

sumber gambar: malesbanget.com

Sebagian besar orang pasti memiliki keinginan untuk dikenal. Namun sebagian besar orang juga tidak mempersiapkan diri untuk segala sesuatu yang akan dihadapi saat sudah terkenal. Pepatah bilang, “semakin tinggi pohon, semakin kencang angin yang menerpanya”. Bisa jadi inilah yang tengah dihadapi oleh OSD. Disaat karir, keluarga dan kehidupan ekonominya sedang dalam puncak-puncaknya, ada “angin” yang sedang menguji pribadinya. Seperti halnya aku yang juga tengah diuji? Eh, emang aku terkenal? Hmmm…setidaknya iya dalam lingkup tertentu. Buktinya banyak yang mencari aku ketika hibernasi sebulan terakhir, hehehe *dilempar sandal buat endorse*

Seolah berkaca dengan pribadi sendiri, aku paham bagaimana rasanya berada di posisi OSD. Tidak mudah ketika semakin banyak orang yang tahu tentang diri kita. Apalagi didukung  kemudahan orang mengakses informasi, utamanya informasi pribadi melalui internet yang kini bahkan bisa diakses sambil nongkrong di toilet. Belum lagi ketika menjadi pribadi yang diidolakan. Segala tindak tanduk ada yang mengamati bahkan meniru. Syukur-syukur kalau yang diamati dan ditiru adalah hal yang baik, bagaimana kalau hal yang negatif? Meski aku belum sampai pada taraf sampai menjadi trend setter seperti halnya OSD yang dulu menjadi parameter muslimah yang berbusana anggun dan sederhana namun ada beberapa hal yang bisa aku bagi seputar godaan yang bernama terkenal alias TENAR dan cara mengantisipasinya.

1. Tetap menjadi diri sendiri
Kesempurnaan seolah menjadi hal yang wajib dimiliki ketika seseorang mulai terkenal. Namun bukan berarti sesuatu yang sebenarnya lebih baik tampil apa adanya jadi harus dipermak. Contohnya gaya berpakaian. Jika sebelumnya nyaman-nyaman aja dengan busana yang terjangkau harganya dan model biasa lalu menjadi tiba-tiba harus membeli yang bermerek dengan model yang kadang membuat kita kesulitan duduk. Ketahuilah bahwa kembali menjadi orang yang biasa setelah sebelumnya luar biasa itu jauh lebih sulit dibanding sebaliknya.

2. Jujur 
Sekali muncul pernyataan yang tidak sesuai kenyataan, itu bisa jadi pengungkit untuk memunculkan kebohongan-kebohongan yang lain. Rasa malu ketika harus mengakui sesuatu yang buruk atau hal yang tidak sesuai dengan apa yang pernah keluar dari mulut kita  itu seringkali lebih besar ketimbang rasa berdosa sudah membohongi atau sekedar menutupi tentang suatu hal.

3. Sederhana
Rejeki mengalir deras itu seperti sebuah anugrah sekaligus musibah bagi orang yang sedang terkenal. Alih-alih bisa memanfaatkannya dengan benar, bisa-bisa kita terjebak dalam jeratan hedon. Rasanya barang-barang yang sebenarnya tidak perlu dan berharga di luar standar jadi terbayang-bayang. Aku pernah merasakan euforia ketika harus tampil dimana-mana dan mulai sibuk memikirkan baju apa yang harus dikenakan. 

Sungguh ketika menyadarinya akhir-akhir ini, aku merasa konyol. Lihat saja beberapa pakaian yang akhirnya aku bingung mau dipakai kapan lagi karena sekarang aku lebih memilih untuk mengurangi aktivitas di luar rumah apalagi luar kota. Bahkan setelah renungan panjang, aku mulai berfikir untuk hijrah menggunakan gaya berpakaian yang sederhana ala eyang Bob Sadino atau om Mark yang memiliki setelan andalannya. Meski aku akui ini akan jadi PR besar karena godaan outfit kece dengan motif yang lucu-lucu meski dalam satu setelan gamis dan jilbab aja sampai sekarang masih sulit untuk tidak diulik dengan mdal jempol ketika berselancar di jejaring sosial.

4. Selektif
Ketika terkenal, ada banyak tawaran yang masuk. Mulai dari hal-hal ringan seperti hadiah atau barang untuk di endorse sampai proyek yang berpotensi menghasilkan lebih banyak pundi-pundi. Aku merasakan betul ketika merasa sayang melewatkan tawaran-tawaran itu tapi kemudian terjebak dalam padatnya jadwal yang ternyata membuat aku malah tidak bisa menikmatinya.

5. Tidak terlalu percaya diri
Percaya dengan kemampuan diri sendiri dengan terlalu percaya diri itu seringkali ambang batasnya memang sangat tipis. Ketika memiliki ide atau melakukan sesuatu sebaiknya tidak langsung spontan dilakukan. Endapkan barang dua atau tiga hari. Disaat itulah kemungkinan negatif dan positif jika dilakukan akan lebih terlihat jelas.

6. Bina hubungan dengan orang terdekat
Ketika mulai menanjak dan waktu semakin berkurang untuk sekedar silaturahim, sebenarnya itulah saat yang tepat untuk mengurai jadwal kegiatan dan mulai menyapa orang-orang terdekat. Aku merasakan betul ketika anggapan orang-orang sekitar Aku bahkan keluarga sudah jauh melampaui dari apa yang sebenarnya didapat. Bukannya dukungan yang didapat namun bisa jadi beban yang tidak bisa dihadapi sendiri.

7. Kalem
Bukan hidup namanya jika berjalan mulus-mulus saja. Meski sudah diantisipasi, cobaan ketika menjadi terkenal itu akan selalu ada. Ketika ujian sudah menyapa, kalem menghadapinya adalah jurus yang aman. Aku memilih mundur dan diam sejenak ketika dirasa semuanya sudah diluar kemampuan. Ketika sudah bisa menata diri dan terkendali barulah aku muncul dengan kalem menanggapi pertanyaannya yang bertubi-tubi. Beberapa diantaranya aku jawab blak-blakan, beberapa hanya berupa kata kunci. 

Sekilas menjadi TENAR itu jadi terlihat menyeramkan. Namun jika kita tahu cara mengantisipasinya, semoga satu kata yang sebenarnya sebuah IMPIAN yang layak diperjuangkan ini tidak menjadi boomerang dalam kehidupan kita. Teman-teman punya cita-cita terkenal sebagai apa?

5 Komentar

  1. semoga sakses di bisnis yg baru mak :-*

    BalasHapus
  2. Alhamdulillah aku belum pernah tenar heheee. Tapi memang dalam hidup, selalu ada harga yang harus dibayar.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mak Lus mah terkenal, diidolakan lagi *da da dah dari bawah panggung

      Hapus
  3. Bwahahahha..sama..
    belum tenar juga euy~

    Tapi bolehlah buat jagajaga, siapa tahu besokbesok tenar hihihi

    BalasHapus
  4. Aku baru tahu malah dari blog Mbak Fenny Kalau OSD kena masalah.


    Nonahitampahit.co

    BalasHapus