Cara Ini Berhasil Menentukan Resolusi Tahunan Yang Tidak [Akan] Meleset Dari Target


Seberapa berhasil setiap tahunnya kita meraih target dari resolusi yang kita canangkan di awal tahun ketika sampai di akhir tahun?
100%
75%
42%
Atau bahkan hanya 10%?

Menurutku, resolusi tanpa aksi itu mimpi. Pencapaian itu dekat dengan realita, kenyataan di lapangan. Jika tak pandai menyikapi hal-hal yang terjadi ketika mewujudkan daftar-daftar yang pernah kita yakini, tak mustahil jika hasilnya nol.

Aku bisa berkata seperti itu karena pernah mengalaminya. Ya, aku pernah hampir gagal meraih resolusi. Satu resolusi yang pernah aku ingat ketika di awal tahun 2018 adalah ingin menuliskan satu buku per bulan. Terlihat tidak mustahil ketika tak disangka aku sudah mempunyai list ide naskah buku belasan tema.

Baru diawal tahun, aku tersandung masalah. Masalah yang benar-benar membuatku ingin menghilang saja. Bisa bertahan hidup itu sudah bagus. Aku memilih untuk mengurung diri dirumah dan mencari penghasilan tanpa harus menunjukkan siapa diriku. Sedemikian besar krisis kepercayaan diri. Jangankan untuk berjuang menyelesaikan naskah yang harus bertemu dengan narasumber dan berjibaku kolaborasi untuk menerbitkan dengan beragam pilihan jalur, bertemu orang sekampung saja aku malu.

Setengah tahun berlalu, tidak ada karya. Klien yang sudah ada terabaikan, padahal itu klien pertamaku dibidang penulisan buku biografi. Beruntung, aku sadar ketika menjelang pertengahan tahun 2018. Aku harus bangkit.

Maka mulailah aku bergerak kembali. Alhamdulillah, klien tak kabur hingga terbit buku tentang perjuangan seorang pegawai kantoran yang resign dan kini menjadi juragan. Aku kembali berbaur di komunitas hingga terbit buku Catatan Sahabat Dunia Akhirat. Aku nekat ikut antologi berbayar, sistem menulis buku yang sebenarnya aku hindari sebelumnya. Alih-alih berkutat dengan pikiran buruk yang bertengger, aku mencobanya dan berhasil menelurkan buku berjudul Mompreneur Kece bersama 26 penulis lainnya. Ajaib, proyek menulis bersama blogger yang sempat tak ada kabar tiba-tiba sudah ada pengumuman pre order. Buku berjudul Secangkir Kopi untuk Blogger terbit hasil workshop Blog Menjadi Buku bersama Kumpulan Emak Blogger Jogja.

Baca juga: METAMORFOSIS SI ANAK BAWANG, 7 LANGKAH KISAH SUKSES USAHA SETELAH RESIGN


Total ada 4 buku yang terbit dari target 12 buku, not bad. Ini menjadi pembelajaran bagi aku bahwa ketika kita terpuruk dan memilih berkubang didalamnya maka yang rugi adalah kita sendiri.

Maka, resolusi tahun 2019 pun tidak terlalu muluk-muluk aku buat. Pertimbangan amunisi yang sudah ada tentu masih menjadi penentu pertimbangan. Bedanya, sekarang aku jauh lebih siap dan Insya Allah tidak mudah menyerah ketika menghadapi masalah.
  1. Terbit 5 buku dengan 5 genre yang berbeda. Itu karena aku sudah ada draft naskahnya. Hanya perlu menyelesaikan jadi Insya Allah bisa tercapai selama masih diberi umur. Salah satunya tentu ada buku biografi, sesuai dengan branding yang sedang sku bangun. 
  2. Bisa setir mobil. Hal yang paling membuat sau ragu untuk belajar adalah bayangan ketika nantinya sudah berada di jalan dan mendapat serangan klakson. Apalagi kalau sampai membuat macet ketika akan parkir atau belok arah. Sumpah, bayangan ini harus aku taklukan tahun ini. Kalau akun palsu aja bisa aku hadapi, apalagi kamu, wahai klakson jahanam.
  3. Hafal juz 30. Hingga usia 30 tahun tapi belum hafal juz amma tentu bukan hal yang bisa dibanggakan. Namun, bukan untuk gaya-gayaan aku menetapkan resolusi ini. Aku tersadar bahwa aku memiliki tanggung jawab dua anak yang perlu aku perkuat pondasi akidahnya. Salah satu cara yang aku anggap bisa lakukan adalah dengan mengajarkan pesan-pesan Allah yang ada di juz 30. Selain itu, materi tartil ala anak-anak untuk surat-surat di juz 30 banyak ditemukan di youtube. Dengan demikian, ini bisa membantu aku untuk belajar bersama anak-anak. Ya, terkadang memang orang tua yang belajar demi anak-anak.
  4. Memiliki 1.000 reseller bagi orang yang baru memiliki 20an reseller aktif terlihat agak mustahil. Namun, dengan rencana yang sudah tersusun rapi, ini bukanlah hal yang tidak mungkin. Geliat bisnis di awal tahun 2019 sangat bergairah. Sudah waktunya untuk melesat bersama Alsita Store dengan produk mukena dan buku.
  5. Terakhir tapi yang juga penting adalah berkaitan dengan proyek bisnis sosial. Setelah mengikuti pelatihan bonus jalan-jalan gratis dan jaringan pertemanan yang luar biasa, ini menjadi beban moral aku untuk mengaplikasikannya. Di penghujung tahun, aku sudah mendapatkan lampu hijau. Ilmu sudah ada, dukungan oke maka apalagi yang perlu ditunggu. Ayo maju, maju, ayo maju, maju. Ayo maju, majuuuuuuuuuuu ….
Kesimpulannya bahwa, lakukan dengan sadar dan terus maju meski apapun aral yang melintang agar kita bisa mewujudkan resolusi tahunan sesuai target agar tidak meleset.

2 Komentar

  1. Sukses ya Fen, aku juga sedang berusaha menyelesaikan naskahku..semoga berkah say.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih mak Dew sudah mampir, mak Dew mah lebih produktif

      Hapus